Senyummu nan tabah terus membayang. Berpuluh kilometer bahkan jutaan, bayangan itu sulit ditekan. Dari apakah hatimu tersusun?......... Walau dirimu dibenci, terlontar kata kotor untukmu. Tak sepenggalpun ramah padamu, bahkan ku jelas jelas pernah menyakitimu. Wajahmu tetap tersungging senyuman. Yang tak lepas dari sudut bibirmu bila berpapas. Anggukan kepalamu, Rasa hormat agungmu padaku.
Hatiku gundah..................
manusiakah atau mahluk asing. Yang tak pernah terlintas kata dendam. Aku tak pernah mengerti, Akupun tak pernah tahu. Rambutmu yang terlindung dibalik lembar kain. Ketenangan jiwamu. Prilaku yang kerap mencerminkan kebahagiaan. Seakan tak pernah menyimapan duka. Aku semakin kagum, Lantaran rasa benci ini kian menggunung. Mungkinkah ini cemburu..........atau apa............
Separoh hati menghina, karena dirimu yang yang tak pernah kusuka. Separoh hati kagum, karena perilakumu yang luhur. Terjerat pekat................
Tatkala kau dihadapanku, Tatkala kuterbaring. Hampir hampir roboh tulang lutut. Senyuman itu mengiringi binaran, Yang memancar.................
Ku akui kebesaran jiwamu.
Jiwaku telah runtuh dan jatuh...............
Oleh kekukuhan dibalik kerudungmu.
@ariwara

Tidak ada komentar:
Posting Komentar